Wednesday, 22 June 2016

Waktu yang tepat untuk Membeli/Menjual Pasangan Mata Uang

Pada contoh yang akan diberikan, coba kita cari Waktu yang tepat untuk Membeli/Menjual Pasangan Mata Uang, kita akan menggunakan analisis fundamental untuk membantu kita menentukan apakah harus membeli atau menjual pasangan mata uang tertentu.

Jika anda kurang minat dengan analisis ekonomi fundamental, atau selalu tidur ketika pelajaran ekonomi atau selalu bolos saja dari pelajaran ekonomi, jangan khawatir! Kita akan membahas itu pada bagian akhir ^_^

Tetapi sekarang, cobalah memprediksikan situasi dibawah ini dan apa yang sedang terjadi...

EUR/USD

Dalam contoh ini, Euro menjadi base currency dan tentunya menjadi basis juga untuk beli/jual.

Jika anda percaya bahwa ekonomi U.S akan terus melemah, dimana hal itu akan berakibat buruk terhadap U.S. Dollar, mungkin anda akan membuka order Beli EUR/USD. Dengan begitu, anda telah membeli Euro dengan harapan harganya akan naik melawan U.S. Dollar seiring dengan Dollar-nya yang semakin melemah.

Jika anda yakin bahwa perekonomian U.S adalah kuat dan Euro tidak akan sanggup melawan U.S. Dollar maka anda akan membuka order Jual EUR/USD. Dengan begitu anda telah menjual Euro dengan harapan harganya akan terus menurun melawan U.S. Dollar.

USD/JPY

Dalam contoh ini, U.S. Dollar menjadi base currency dan tentunya menjadi base untuk Jual/Beli.

Jika and percaya bahwa pemerintah Jepang akan melemahkan harga Yen untuk membantu bidang Eksport mereka, maka anda akan membuka order Beli USD/JPY. Dengan begitu, anda telah membeli U.S. Dollar dengan harapan harganya akan naik melawan Yen Jepang seiring dengan Yen yang semakin melemah.

Jika anda yakin bahwa para Investor Jepang sedang menarik semua uang mereka dari pasar finansial U.S. dan merubah semua U.S. Dollar mereka menjadi Yen Jepang, maka anda akan membuka order Jual USD/JPY. Dengan begitu anda telah menjual U.S. Dollar dengan harapan harganya akan melemah dibanding harga Yen.

GBP/USD

Dalam contoh ini, Pound menjadi base currency dan tentunya menjdi base untuk Jual/Beli.

Jika anda percaya bahwa perekonomian Inggris akan terus selalu lebih baik dibanding U.S. dalam hal pertumbuhan ekonomi, maka anda akan membuka order Beli GBP/USD. Dengan begitu anda telah membeli Pounds dengan harapan harganya akan terus naik dibanding dengan U.S. Dollar.

Jika anda yakin bahwa perekonomian Inggris sedang melemah sedangkan perekonomian U.S. sedang mulai menguat, maka anda akan membuka order Jual GBP/USD. Dengan begitu anda telah menjual Pounds dengan harapan harganya akan terus melemah jika dibandingkan dengan harga U.S. Dollar.

Margin Trading

Ketika anda pergi ke toko grosir dan akan membeli telur, anda tidak bisa membeli hanya satu buah telur, biasanya sudah dipaket dalam 1 paket berisi 12 telur. Anggap saja misalkan 1 paket = 1 lot.

Didalam forex, sama halnya tidak bisa membeli hanya 1 Euro saja misalnya, tetapi sudah dalam bentuk satu paket, atau istilahnya kita sebut dengan "lot".
Lot dengan isi 1,000 unit mata uang disebut Micro, dengan 10,000 unit disebut Mini dan dengan 100,000 unit disebut Standar, tergantung dari broker dan type akun yang disediakan.
(tentang Lot akan kita bahas didepan)

"Tetapi saya tidak punya cukup uang untuk membeli 10,000 Euro! Apakah saya masih bisa ikut Trading Forex?"

Anda bisa, dengan menggunakan Margin Trading.

Margin Trading adalah istilah dalam trading dengan modal pinjaman. Dengan ini anda bisa membuat open posisi trading dalam harga $1,250 atau $50.000 dengan modal hanya sebesar $25 atau $1,000 saja. Anda bisa mengatur sendiri besarnya transaksi, dengan cepat dan murah, tentu dengan modal yang cukup kecil.

Mari kita jelaskan lebih detail dengan contoh.
Dibaca dengan seksama karena ini sangat penting ya,


  1. Misal, anda yakin bahwa sinyal harga pasar sedang menunjukkan harga Pound akan menanjak naik melawan U.S. Dollar.
  2. Anda membuka 1 Lot Standar (100,000 unit GBP/USD), membeli Pound dengan margin 2% dan menunggu harga forex untuk naik. Ketika anda membeli 1 Lot (100,000 unit) dari GBP/USD pada harga 1.50000, maka anda membeli 100,000 Pounds, dengan harga US$150,000 (100,000 unit GBP x 1.50000). Jika margin yang digunakan adalah 2%, maka trading anda bisa dilakukan dengan US$3,000 saja (US$150,000 x 2%). Dengan begitu, anda sekarang bisa melakukan trading sebesar 100,000 Pounds hanya dengan uang modal sebesar US$3,000. Kita akan bahas ini lebih dalam lagi didepan, tetapi harapannya anda sudah bisa menangkap ide dasar cara bekerjanya sebuah Margin.
  3. Misal ternyata prediksi anda benar, lalu anda memutuskan untuk melakukan order jual. Anda menutup transaksi pada harga GBP 1.50500. Maka anda sudah untung $500

Ketika tadi anda memutuskan untuk menutup posisi, maka deposit anda yang asli sebesar US$3,000 tadi dimasukkan kembali ke akun forex anda, dan berikut profit yang anda dapatkan tadi sebesar US$500 dimasukkan juga kedalam akun forex anda.

Adakah yang bisa lebih baik dari itu? ^_^
Lebihnya lagi, banyak sekali broker yang membebaskan anda untuk mengatur jumlah lot yang anda inginkan, tidak perlu pertimbangkan mengenai akun Micro, Mini atau Standar, tetapi anda bisa trading dengan berapapun angka yang anda suka.

Ok, cukup sekian posting mengenai Waktu yang tepat untuk Membeli/Menjual Pasangan Mata Uang, posting selanjutnya kita akan mempelajari mengenai PIP.

1 comment:

  1. Tergantung dari strategi tradingnya. kakau saya sih lebih suka trading di waktu sore dan malam hari. melakukan trading di waktu itu menurut saya lebih efeektif apalagi saya tradingnya di pari GBP/USD di octafx jadi lebih suka trading di pair GBP/USD yang punya pergerakannya ceopat di malam hari

    ReplyDelete